Kedudukan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Secara formal kedudukan bimbingan dan konseling ada dalam system pendidikan di Indonesia, anatara lain:
Bimbingan Dan Konseling Dalam Dunia Pendidikan
Teknik dan Strategi Bimbingan dan Konseling
TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING
Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses bimbingan berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Teknik bimbingan dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Menurut Eukariska dalam httpA. Teknik Individual, terdiri dari:
1. Directive counseling
Teknik ini, konselor yang membuka jalan pemecahan yang dihadapi klien dengan alasan bahwa:
Anak yang belum matang mendiagnosis sendiri sukar memecahkan masalahnya, tanpa bantuan dari pihak lain yang berpengalaman.
Anak yang berkesulitan, sekalipun sudah diberi petunjuk apa yang harus dilakukan, mereka tidak mau dan tidak berani.Mungkin ada masalah yang berat untuk dipecahkan oleh anak tanpa bantuan dari orang lain.
2. Non-directive counseling
Dengan prosedur ini, pelayanan bimbingan difokuskan pada anak yang bermasalah atau disebut juga clien centered counseling. Adanya pelayanan bimbingan bukan pelayanan yang mengambil inisiatif, tetapi klien sendiri yang mengambil prakarsa, yang menentukan sendiri apakah dia membutuhkan pertolongan dari pihak lain
3. Eclective counseling
Dengan teknik ini, pelayanan tidak dipusatkan pada pembimbing atau klien, tetapi masalah yang dihadapi itulah yang harus ditangani secara luwes, sehingga tentang apa yang dipergunakan setiap waktu dapat diubah kalau memang diperlukan.
B. Teknik Kelompok, terdiri dari:
1. Home room
Merupakan teknik bimbingan kelompok yang bertujuan agar para guru bk dapat mengenal murid-murid secara lebih tepat sehingga dapat membantunya secara lebih efektif. Jumlah anggota kelompok dapat berupa kelompok kecil (5-10 orang) maupun kelompok besar (25-30 orang). Tujuan teknik home room, selain untuk mengidentifikasikan masalah dapat pula membantu siswa untuk memapu menghadapi dan mengatasi masalahnya. Home room dapat bersifat preventif, kuratif dan korektif.
2. Field drip (karya wisata)
Kegiatan karyawisata selain merupakan kegiatan rekreasi ataupun salah satu metode mengajar, dapat pula difungsikan sebagai salah satu teknik dalam bimbingan kelompok. Melalui kegiatan karyawisata guru bk dapat mengarahkan murid untuk belajar melakukan penyesuaian diri dalam kehidupan kelompok. Melalui kegiatan ini bagi murid tertentu mendapat kesempatan untuk mengembangkan bakatnya atau timbulnya minat dan cita-cita yang berkaitan dengan obyek tersebut. Tujuan teknik ini adalah pemberian informasi, pembentukan sikap dan pengembangan bakat serta minat.
3. Group discussion
Diskusi kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan kelompok yang dilakukan dalam kelompok kecil (5-10 orang). Masalah yang didiskusikan biasanya telah ditentukan oleh guru bk. Waktu yang dipergunakan tergantung pada jenis masalah, banyaknya masalah serta kemampuan dan pengalaman murid. Pada umumya diskusi kelompok berlangsung antara 30-60 menit.
4. Pelajaran bimbingan
Teknik bimbingan kelompok ini dilakukan pada kelompok murid yang sudah dibentuk untuk keperluan pengajaran. Bimbingan dilakukan dalam kelompok-kelompok kelas yang telah ada. Guru bk masuk dalam kelas seperti guru biasa, tidak mengajarkan mata pelajaran seperti dalam silabus, melainkan menyampaikan dan membahas masalah bimbingan.
5. Kelompok bekerja
Kelompok kerja dibentuk dengan memperhatikan tingkah laku kemampuan, jenis kelamin, tempat tinggal dan jalinan hubungan sosial. Bimbingan dilakukan dengan memberikan kegiatan tugas-tugas belajar atau tugas-tugas kerja lain. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar, menyalurkan bakat dan minat, membentuk sikap kooperatif dan kompetitif yang sehat, meningkatkan penyesuaian sosial, yang kesemuanya akan mengarahakan pada perkembangan murid.
6. Pengajaran remidi
Pengajaran remidi diberikan kepada murid-murid yang mengalami kesulitan belajar. Dalam pelaksanaannya dapat secara berkelompok maupun individual, tergantung jenis kesulitan belajar maupun jumlah murid yang mengalami kesulitan.Letak unsur bimbingannya ada pada pembentukan sikap belajar, termasuk pemahaman diri akan kemampuannya serta timbulnya minat dan dorongan untuk belajar.
7. Ceramah bimbingan
Kegiatan ini hampir sama dengan pengajaran bimbingan. Bedanya hanya terletak pada tempat. Ceramah bimbingan tidak selalu dalam kelas, tapi dalam ruang-ruang besar dalam jumlah yang besar pula. Kelompk murid yang diberi ceramah bimbingan tergantung pada tujuan bimbingan. Ceramah bimbingan juga bukan merupakan khotbah, sebab dalam kegiatan ini murid diberi kesempatan untuk berpendapat dan didorong aktif serta dilanjutkan dengan follow up.
8. Organisasi murid
Pembimbing sekolah dapat mengarahkan agar murid dapat mengenal berbagai aspek kehidupan sosial, mengembangkan sikap kepemimpinan dan kerjasama, rasa tanggung jawab dan harga diri. Tujuannya antara lain menyangkut penyesuaian diri, sikap kepemimpinan dan kerjasama dan pemecahan masalah.
9. Sosiodrama dan psikodrama
Antara sosiodrama dan psikodrama mempunyai fungsi dan tujuan yang sama dalam bimbingan. Bedanya, terletak pada jenisnya cerita yang dimainkan dan tekanan masalah yang hendak diceritakan. Pada sosiodrama lebih menekankan pada masalah psikis. Meskipun demikian antara keduanya sagat erat hubunganya dan kadang-kadang sulit dibedakan.
STRATEGI BIMBINGAN KONSELING
Menurut Nadiya Rizki pada tahun 2014 bimbingan dan konseling pada dasarnya ada dua strategi dalam mensiasati dan mengenmbangkan cara menyelesaikan masalah anak usia sekolah dasar (6-12 th). Strategi tersebut adalah strategi direktif dan non direktif .1. Strategi direktif.
Strategi direktif dikenal pula sebagai strategi konseling yang berpusat pada konselor (counselor centered). Yaitu:
Dasar pemikiran, pandangan srategi konseling direktif tentang
klien yang bemasalah
Titik berat atau penekanan proses konseling direktif terletak pada c. Pola hubungan konselor dan klien pada konseling direktif yang perlu dikembangkan.
Tugas dan peran konselor pada konseling direkjtif yang mendukung
2. Strategi non direktif
Strategi konseling non direktif merupakan strategi konseling yang berpusat pada`klien (clien centered).
Dasar pikiran dan pandangan straregi konseling non direktif tentang klien yang bermasalah
Titik berat atau penekanan-penekanan dalam proses konseling non- direktif ditandai oleh:
Pola hubungan antara konselor dan klien pada konseling non- direktif yang perlu dikembangkan
Tugas dan peran konselor dalam konseling non-direktif.
Layanan Bimbingan Dan Konseling
Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan KonselingJenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsepbimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas, prinsip, fungsidan tujuan bimbingan dan konseling. Dalam perspektif kebijakan pendidikannasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. Namun sangat mungkin ke depannyaakan semakin berkembang, baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkandua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. Namun,kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistempendidikan di sekolah.Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan ketujuh jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikannasional.Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling:
1. Layanan Orientasi,
Tujuan layanan orientasi adalah agarpeserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barusecara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Materi kegiatan layanan orientasi menyangkut :
a. Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah
b. Peraturan dan hak-hak serta kewajiban siswa.
c. Organisaso dan wadah-wadah yang dapat membantu dan meningkatkan hubungan sosial siswa.
d. Kurikulum dengan seluruh aspek-aspeknya.
e. Peranan kegiatan bimbingan karir.
f. Peranan pelayanan bimbingan dan konseling dalam membantu segala jenis masalah dan kesulitan siswa,
2. Layanan Informasi,
a. Tugas-tugas perkembangan masa remaja akhir tentang kemampuan dan perkembangan pribadi,
b. Usaha yang dapat dilakukan dalam mengenal bakat, minat, serta bentuk-bentuk penyuluhan dan pengembangan.
c. Tata tertib sekolah, cara bertingkah laku, tata krama, dan sopan santun.
d. Nilai-nilai sosial, adat istiadat, dan upaya yang berlaku dan berkembang di masyarakat.
e. Mata pelajaran dan pembidangannya seperti program inti dan program tambahan.
f. Sistem penjurusan, kenaikan kelas, syarat-syarat mengikuti UN, dll.
g. Fasilitas penunjang/sumber belajar.
3. Layanan Pembelajaran,
4. Layanan Penempatan dan Penyaluran,
Materi kegiatan layanan penempatan dan penyaluran meliputi :
5. Layanan Penguasaan Konten,
6. Layanan Konseling Perorangan,
a. Pengenalan dan pemahaman permasalahan.
b. Analisis yang tepat.
c. Aplikasi dan pemecahan permasalahan.
d. Evaluasi, baik evaluasi awal, proses ataupun evaluasi akhir.
e. Tindak lanjut. Melihat kepada teknik penyelenggaraan konseling perorangan terdapat bermacam-macam teknik konseling perorangan yang sangat ditentukan oleh permasalahan yang dialami oleh siswa.
Teknik konseling perorangan yang sederhana melalui proses/tahapan-tahapan sebagai berikut:
a. Tahap pembukaan
b. Tahap penjelasan (eksplorasi)
c. Tahap pengubahan tingkah laku
d. Tahap penilaian/tindak lanjut Materi layanan konseling perorangan meliputi :
7. Layanan Bimbingan Kelompok,
9. Layanan Konsultasi,
12 Asas Bimbingan Dan Konseling
Penyelanggaraan layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling selain dimuati oleh fungsi dan didasarkan pada prinsip-prinsip bimbingan, juga dituntut untuk memenuhi sejumlah asas bimbingan. Pemenuhan atas asa-asas itu akan memperlancar pelakasanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan, sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan serta mengurangi atau mengaburkan hasil layanan kegiatan dengan membayar SPP penuh itu sendiri. Asas-asas itu sendiri ialah :
1. ASAS KERAHASIAAN
7. ASAS KEDINAMISAN
10. ASAS KEAHLIAN
12. ASAS TUT WURI HANDAYANI
Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling di Sekolah
1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran layanan.
a. Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku agama dan status social ekonomi.
b. Bimbingan dan konseling berurusan denga pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis.
c. Bimbingan dan konseling memperhatikan sepenuhnya tahap dan berbagai aspek perkembangan individu. Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual yagn menjadi orientasi pokok pelayanan.
2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan permasalahan individu.
a. Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah, di sekolah, serta dalam kaitannya dengan kontrak sosial, pekerjaan dan sebaliknya pengaruh lingkungan tehadap kondisi mental dan fisik individu.
b. Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu yang kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan dan konseling.
b. Program bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat dan kondisi lembaga program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidik yang terendah sampai tertinggi
c. Terhadap isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu diarahkan yang teratur dan terarah
4. Prinsip-prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan:
a. Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalam menghadapi permasalahan
b. Dalam proses bimbingan dan konseling keputusan yang diambil dan akan dilaksanakan oleh individu hendaknya atas kemampuan individu itu sendiri bukan karena kemauan atau desakan dari pembimbing atau pihak lain
c. Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi
d. Kerjasama antara guru pembimbing, guru lain dan orang tua yang akan menentukan hasil bimbingan
e. Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri
Apa Sih Bimbingan Dan Konseling Itu ??
1. Definisi Bimbingan
Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.2. Definisi Konseling
Pengertian || Fungsi || Jenis Bimbingan dan Konseling
Bimbingan Konseling, Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)
Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga men-capai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”
Bimbingan dan Konseling, “Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.
Fungsi layanan Bimbingan dan Konseling
fungsi pemahaman
Memahami Karakteristik/Potensi/Tugas-tugas perkembangan Peserta didik dan membantu mereka untuk memahaminya secara objektif/realistik
fungsi preventif
Memberikan Layanan orien-tasi dan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan yg patut dipahami peserta didik agar mereka tercegah dari masalah
fungsi pengembangan
Memberikan Layanan Bimbingan untuk Membantu Peserta didik Mampu Mengembangkan potensi dirinya/Tugas-tugas perkembagannya
fungsi kuratif
Membantu para Peserta didik agar mereka dapat memecahkan masalah yang dihadapinya (pribadi,sosial, belajar,atau karir)
Jenis – jenis Bimbingan dan Konseling
Bimbingan akademik
Bertujuan:
- Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.
- Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
- Memiliki keterampilan belajar yang efektif.
- Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan belajar/pendidikan.
- Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
- Memiliki keterampilan membaca buku.
Bimbingan pribadi/social
Bertujuan:
- Mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.
- Memiliki pemahaman ttg irama kehidupan yg bersifat fluktuatif (antara anugrah dan musibah) dan mampu meresponnya dg positif.
- Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif
- Memiliki sikap respek thd diri sendiri
- Dapat mengelola stress
- Mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang diharamkan agama
- Memahami perasaan diri dan mampu mengekspresikannya secara wajar
- Memiliki kemampuan memecahkan masalh
- Memiliki rasa percaya diri
- Memiliki mental yang sehat
Bimbingan karier
Bertujuan:
- Memiliki pemahaman tentang sekolah-sekolah lanjutan.
- Memiliki pemahaman bahwa studi merupakan investasi untuk meraih masa depan.
- Memiliki pemahaman tentang kaitan belajar dengan bekerja.
- Memiliki pemahaman tentang minat dan kemampuan diri yang terkait dengan pekerjaan.
- Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir.
- Memiliki sikap positif terhadap pekerjaan.
- Memiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan.
- Memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan yang terkait dg pekerjaan.
Bertujuan:
- Memiliki sikap pemimpin dalam keluarga
- Mampu memberdayakan diri secara produktif
- Mampu menyesuaikan diri dengan norma yang ada dalam keluarga
- Mampu berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia.
Tujuan diberikannya layanan Bimbingan dan Konseling
- Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
- Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek nilai dan berani menghadapi resiko.
- Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.
- Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.
- Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalamberinteraksi dengan orang lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial
- Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
- Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif.
- Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir.
- Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.














