Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya dengan memberi comment pada postingan saya.

Peta Mida


DEFINISI PETA MINDA
1. Apakah itu peta minda?

Peta Minda merupakan salah satu cara yang digunakan untuk pembelajaran karena cara kerjanya yang ramah otak, dalam arti memaksimalkan penggunaan otak kanan dan otak kiri, sekaligus memudahkan penempatan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak.     

Peta pikiran adalah metode pembelajaran terbaru yang dapat membantu siswa mengingat subjek secara efektif. Ini adalah salah satu cara visual-spatial dalam bentuk kecerdasan beragam (Multiple Intellenges) yang kini diterapkan dalam system pembelajaran di sekolah-sekolah.

2. Siapakah yang patut menggunakan peta pikiran?
Semua siswa dianjurkan menguasai teknik ini setelah mempelajari sesuatu bab untuk mengingat dan mengupas kembali pemahaman siswa dalam bab ini.
Banyak yang menganggap teknik ini sulit diaplikasikan. Sebenarnya teknik ini akan lebih memudahkan siswa untuk mengingat fakta-fakta penting jika teknik ini dapat dikuasai sepenuhnya.

3. Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan peta pikiran?
Peta pikiran sesuai digunakan pada setiap saat baik di awal persekolahan maupun di saat akhir menghadapi ujian. Namun, siswa didorong berlatih teknik ini dari awal pembelajaran lagi untuk memudahkan siswa menguasai semua subjek dengan baik dan cemerlang.
4. Mengapa peta pikiran penting?
a)    Menghemat waktu belajar dan mengulang
b)    Memfasilitasi pembelajaran
c)    Memperkuat ingatan
d)    Memungkinkan siswa menginterpretasikan semua pelajaran yang dipelajari.
Pengertian peta minda atau peta konsep adalah sebuah proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalah tertentu dari cabang-cabang sel saraf. Sehingga mampu terbentuk korelasi konsep menuju pada suatu pemahaman yang kemudian hasilnya dituangkan di atas kertas dengan menggunakan animasi yang disukai dan gampang dimengerti oleh pembuatnya.
Dari hasil peta konsep tersebut akan dihasilkan sebuah tulisan yang merupakan gambaran langsung dari kerja koneksi-koneksi otak. Peta minda atau mind maping atau dikenal juga dengan sebutan peta konsep adalah sebuah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah untuk menangkap berbagai pemikiran dari semua sudut.
Mind maping menggabungkan antara cara berpikir divergen dan cara berpikir kreatif dan emnjadi cara tepat serta paling mudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak untuk kemudian diambil kembali ketika dibutuhkan.
Salah satu cara untuk memvisualkan proses berpikir adalah dengan menggunakan peta minda (peta minda). Peta Minda dibuat oleh Tony Buzan tahun 1974 berdasarkan cara kerja otak kita dalam menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita menyimpan informasi dalam sel-sel saraf dalam bentuk cabang-cabang sehingga jika dilihat sekilas, akan tampak seperti bentuk pohon dengan cabang dan rantingnya. Peta minda membantu kita untuk memahami suatu hal yang kompleks, cukup dengan satu gambar. Sifatnya yang divergen dan membentuk cabang dan ranting dalam bentuk hierarki membantu kita secara alami dan pelan-pelan membuat peta pemikiran tentang suatu hal.
Peta minda dapat dibuat dengan atau tanpa perangkat lunak. Jika memanfaatkan perangkat lunak, beberapa perangkat lunak yang dapat diinstal pada komputer dan berlisensi open source, yaitu FreeMind atau XMind. Cobalah untuk berkolaborasi dengan kawan yang berada di sekolah lain menggunakan www.mindmup.com.

MANFAAT PETA MINDA
Mind maping harus dipahami oleh seorang pendidik karena dapat membantu siswa dalam memperlajari pembelajaran. Beberapa manfaat penerapan peta konsep ini yaitu:
1.    Membantu seorang untuk dapat merencanakan dan berkomunikasi
2.    Membuat kamu lebih kreatif
3.    Membantu kamu dalam menyelesaikan masalah
4.    Membantu kamu untuk lebih fokus dalam menyelesaiakn sebuah masalah
5.    Memudahkan kamu dalam menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran yang ada dalam pemikiran kamu
6.    Membantu kamu untuk lebih mudah mengingat yang tenagh dipelajari
7.    Dan membantu kamu untuk dapat belajar lebih cepat, efesien serta melatih gambar keseluruhan.
8.    Mampu mengefesienkan waktu dalam mempelajari sebuah informasi

Menurut Buzan, metode peta minda dapat bermanfaat untuk:
Ø  Merangsang bekerjanya otak kiri dan otak kanan secara sinergis.
Ø  Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar.
Ø  Membantu seseorang mengalirkan gagasan tanpa hambatan.
Ø  Membuat rencana atau kerangka cerita.
Ø  Mengembangkan sebuah ide.
Ø  Membuat perencanaan sasaran pribadi.
Ø  Meringkas isi sebuah buku.
Ø  Menyenangkan dan mudah diingat.

Selain itu, metode ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Menurut Michael Michalko, kegunaan metode peta minda antara lain sebagai berikut.
  1. Memberi pandangan menyeluruh pada permasalahan pokok.
  2. Merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan.
  3. Mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat.
  4. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif.

MANFAAT PETA MINDA BAGI GURU
Dibawah ini merupakan manfaat peta minda bagi guru adalah :
  • Membantu guru memahami macam-macam konsep yang terdapat dalam topik yang akan diajarkan dan memperoleh wawasan baru.
  • Membantu untuk melihat keterkaitan logis antar konsep-konsep khusus.
  • Membantu dalam menghindari miskonsepsi oleh siswa.
  • Membantu untuk mengorganisasi urutan kegiatan belajar mengajar di kelas.
  • Dengan mengidentifikasi konsep-konsep sebelum membuat peta konsep, guru dapat menemukan topik-topik sains secara jelas, sehingga dapat membantu untuk menentukan topik-topik yang perlu dipelajari.
  • Membantu untuk penilaian siswa.
  • Sebagai alat untuk menggalakkan pembelajaran kooperatif.
  • Membantu untuk menggali pemahaman siswa sebelum dilakukan pembelajaran.
MANFAAT PETA MINDA BAGI SISWA
Dibawah ini merupakan manfaat peta minda bagi siswa.
  • Secara tidak langsung mengajak siswa belajar kooperatif.
  • Membantu siswa menghindari miskonsepsi.
  • Membantu mempelajari cara belajar menyusun peta konsep.
  • Membantu untuk mempelajari sains secara bermakna.
  • Membantu untuk memperoleh wawasan baru.
  • Membantu dalam mempelajari konsep-konsep pokok dan proposisi, serta membantu dalam menghubungkan atau mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan yang sedang dipelajarinya.

JENIS – JENIS PETA MINDA
Peta minda dibedakan menjadi berikut.
  • Circle Map (Peta Bulatan), digunakan untuk sumbangsaran ide yang memamerkan pengetahuan sedia berkaitan sesuatu tajuk dengan memberikan maklumat mengikut konteks.
  • Bubble Map (Peta Buih), digunakan untuk memperbanyak kebolehan murid untuk mengenal pasti atau atau menunjukan kualitas. Umumnya bubble map menggunakan perkataan deskriptif atau uraian.
  • Double Bubble Map (Peta Buih Berganda), digunakan untuk membandingkan beza sesuatu.
  • Tree Map (Peta Pokok), digunakan untuk mengklasifikasikan bahan atau ide.
  • Brace Map  (Peta Dakap), digunakan untuk menganalisis objek fisikal. Garis sebelah kiri adalah nama atau gambar keseluruhan objek. Garis pada bagian kedua adalah bagian utama.
  • Flow Map (Peta Alir), digunakan untuk membuat urutan sesuatu proses.
  • Multi Flow Map (Peta Pelbagai Alir), digunakan untuk menunjukan dan menganalisis hubungan sebab akibat. Segiempat yang berada ditengah adalah peristiwa yang penting. Bagian sebelah kiri adalah sebab-akibat peristiwa tersebut, manakala bagian sebelah kanan pula adalah akibat daripada peristiwa tersebut.
  • Bridge Map (Peta Titi), digunakan untuk memberi peluang kepada pelajar untuk mengaplikasikan proses analogi dengan menggunakan faktor penghubungan.
MEMBUAT PETA MINDA
Membuat peta minda untuk memvisualkan ide/gagasan bukanlah sesuatu yang sulit. Berikut langkah sederhana memvisualkan gagasan tentang liburan keluarga.
1.  Buat Subjek (Judul)
Langkah pertama, tentukanlah subjek (judul yang akan dibahas). Tuliskanlah di bagian tengah peta minda karena subjek ini akan menjadi center dalam peta minda Anda.

Buat Cabang-Cabang Utama
Selanjutnya tulislah ide-ide yang terlintas yang terkait dengan subjek, misalnya:
(1) Aktivitas apa saja yang ingin dilakukan ?
(2) Apa saja perlengkapan yang perlu dipersiapkan ?
(3) Siapa saja yang akan diajak ikut serta  ?
(4) Kemana saja tujuan perjalanan liburan kali ini ?
Dalam contoh berikut, dibuat 4 cabang utama yang terdiri dari: aktivitas, perlengkapan, siapa, dan tujuan.

Kembangkan Cabang-Cabang Utama
Setelah cabang-cabang utama dibuat, langkah selanjutnya adalah melebarkan cabang utama. Cabang-cabang utama yang telah dikembangkan juga dapat dikembangkan jika ada ide-ide yang lebih rinci lagi yang perlu dituangkan.

Share :

Bagan Alir / Flowchart


Fungsi Bagan Alir

Bagan alir (flowchart) merupakan sebuah bagan yang menunjukkan aliran algoritma dan menampilkan langkah-langkah penyelesaian terhadap suatu masalah. Terdapat berbagai alasan bagi seseorang untuk menggunakan flowchart, antara lain sebagai berikut.
1.     
Dokumentasi proses. Bagan alir dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses menjadi lebih terorganisasi dengan baik.
2.     
Petunjuk untuk memecahkan masalah. Runtutan langkah dari yang umum menuju ke khusus atau sebaliknya merupakan petunjuk pemecahan masalah yang digambarkan dengan bagan alir.
3.     
Pemrograman. Bagan alir dapat digunakan untuk menggambarkan garis besar program yang akan dibuat. Bagan alir juga digunakan untuk merancang navigasi pengguna pada tampilan (user interface) aplikasi yang akan dibuat.
4.     
Mengomunikasikan hal-hal yang prosedural.

Simbol Bagan Alir
Bagan alir tersusun dari berbagai simbol yang berbeda untuk mempresentasikan sebuah input, proses, maupun output yang berbeda. Berikut adalah berbagai simbol dan masing-masing kegunaannya.



Tabel 2.1 Simbol Flowchart

Contoh berangkat ke sekolah
Berangkat sekolah merupakan aktivitas harian siswa SMK. Terdapat berbagai langkah yang dapat dipersiapkan sebelum berangkat hingga sampai ke sekolah. Kegiatan tersebut dapat dibuatkan menjadi salah satu bagan alir seperti berikut.


Gambar 2.2 Contoh bagan alir berangkat ke sekolah

Proses mandi, sarapan, dan berangkat ke sekolah merupakan salah satu contoh subproses yang dapat dibagi lagi menjadi proses-proses lainnya. Masing-masing akan dijelaskan melalui algoritma sebagai berikut.

Contoh algoritma ketika mandi
Secara umum, algoritma yang digunakan adalah sebagai berikut.
1.    Siapkan peralatan mandi, misalnya handuk, pakaian ganti, sabun, dll.
2.    Setelah semua siap, masuklah ke kamar mandi.
3.    Lepaskan baju.
4.    Siramkan air ke seluruh anggota badan.
5.    Gunakan sabun, sampo.
6.    Bilas badan dengan air.
7.    Gosok gigi.
8.    Gunakan handuk untuk mengeringkan seluruh tubuh.
9.    Pakailah baju ganti.
10. Keluar kamar mandi.
Maka, akan didapatkan subproses mandi sebagai berikut.


Gambar 2.3 Contoh Bagan Alir Proses Mandi

Contoh algoritma ketika sarapan
Sarapan adalah salah satu hal penting yang dapat siswa lakukan sebelum berangkat ke sekolah. Sarapan akan memberikan nutrisi pada otak yang akan membantu mempermudah menerima pelajaran. Oleh karena itu, biasanya siswa yang mempunyai kebiasaan sarapan akan mempunyai prestasi lebih baik daripada siswa yang tidak sarapan.
Pada pembahasan berikut, penjelasan terkait sarapan akan membantu memahami bagan alir penggunaan algoritma.
1.    Lihatlah makanan pada meja makan, tersedia atau tidak?
2.    Jika tersedia, sarapan dapat dimulai. Jika tidak, ingin membuat atau membeli sarapan.
3.    Periksa apakah tersedia bahan makanan yang dapat dimasak jika ingin membuat sarapan.
Hasil bagan alir dari algoritma di atas adalah sebagai berikut .


Gambar 2.4 Contoh Bagan Alir Sarapan

Contoh algoritma ketika berangkat ke sekolah
Setelah madi dan sarapan, biasanya siswa akan langsung berangkat ke sekolah. Terdapat berbagai sarana transportasi yang dapat digunakan, misalnya menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Kali ini, kendaraan yang akan digunakan sebagai trasnportasi utama adalah sepeda, dengan asumsi lebih murah dan menyehatkan. Algoritma pemakaian sepeda adalah sebagai berikut.
1.    Periksa apakah sepeda dalam keadaan baik?
2.    Jika tidak dalam keadaan baik (diasumsikan sepeda bocor dan memerlukan waktu yang lama untuk menambalnya), naiklah angkot.
3.    Pilihan lain yang dapat digunakan adalah naik ojek.
4.    Jika tidak ada, dapat menggunakan pilihan lainnya selain naik sepeda, naik angkot, atau naik ojek. Misalnya, berangkat bersama teman, bersama orang tua, atau jalan kaki jika memungkinkan.
Akan dihasilkan bagan alir sebagai berikut.
  

Gambar 2.5 Contoh Bagan Alir Pergi ke Sekolah

Contoh algoritma membuat kue cokelat
Membuat kue memerlukan bahan dan pengalaman agar hasilnya cocok dengan lidah. Berikut ini adalah algoritma dalam membuat karim.
1.    Siapkan peralatan seperti adonan, oven, pengocok telur, dll.
2.    Sediakan bahan seperti tepung terigu, margarine, cokelat bubuk, gula halus, telur, dan chococips.
3.    Tentukan komposisi bahan sesuai resep, yaitu: terigu = 175 gr; margarin = 150 gr; cokelat bubuk = 25 gr; gula halus = 100 gr; kuning telur = 1 buah; dan chocochips secukupnya.
4.    Kocok margarin dan gula halus hingga lembut. Masukkan kuning telur, kocok rata.
5.    Ayak terigu & cokelat bubuk, lalu masukkan ke adonan, aduk hingga rata.
6.    Masukkan dalam plastik segitiga, semprot pada loyang yg telah dioles margarin, semprot bentuk bulat, lalu pipihkan dengan punggung sendok plastik.
7.    Taburi chocochips, panggang hingga matang.
8.    Angkat kue dan hidangkan.
Bagan alir yang dapat dibuat dari algoritma di atas adalah sebagai berikut.
Chococ
hips
Gambar 2.6 Contoh algoritma membuat kue

Contoh Algoritma Berobat ke Puskesmas
Ketika berobat ke puskesmas, sering dijumpai berbagai proses mulai dari pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, hingga mendapatkan obat. Jarang yang menyadari bahwa hal tersebut adalah salah satu contoh algoritma dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, untuk membuat bagan alir adalah dengan cara menentukan alur pelayanan puskesmas sebagai berikut. Pada contoh ini, proses pergerakan pasien dan tempat dibedakan agar mudah dipahami.
1.    Pasien datang ke puskesmas.
2.    Pasien darurat atau pasien yang akan melahirkan langsung masuk ke unit gawat darurat atau ruang bersalin. Kerabat pasien dapat mendaftarkan ke loket pendaftaran setelah pasien dilayani. Setelah mendapat tindakan, pasien akan dilihat kondisinya, apakah dapat pulang (rawat jalan) atau harus dirawat terlebih dahulu di puskesmas (rawat inap). Apabila puskesmas tidak mampu melayani pasien dikarenakan terbatasnya fasilitas atau tenaga medis, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
3.    Pasien yang tidak darurat akan menggambil nomor antrian dan menunggu hingga dipanggil oleh petugas pendaftaran.
4.    Pasien dipanggil petugas sesuai nomor urut pada loket pendaftaran (pasien Lansia akan mendapatkan pelayanan khusus). Pasien akan ditanya apakah sudah terdaftar sebagai pasien atau belum. Jika belum, dia akan dibuatkan terlebih dahulu nomor rekam medisnya. Pasien lama atau pasien asuransi dapat menyerahkan kartu pasien atau kartu asuransi yang dimilikinya.
5.    Pasien diminta menuju ke poliklinik tujuan. Petugas akan mencari rekam medis pasien untuk diberikan kepada poliklinik rawat jalan tempat pasien ingin berobat.
6.    Pasien akan dipanggil oleh petugas atau perawat.
7.    Pasien diperiksa (diagnosis), dicatat anamnesis, diberikan tindakan medis jika diperlukan, dan diberikan resep obat. Jika pasien membutuhkan tindakan medis yang tidak tersedia di puskesmas, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
8.    Pasien keluar dari ruang pemeriksaan dan menuju ke kasir pembayaran jika pasien diberikan tindakan medis. Kemudian, pasien menuju apotik.
9.    Pasien dipanggil lagi untuk menerima obat.
10. Pasien pulang.
Bagan alir yang dapat dibuat dari algoritma di atas adalah sebagai berikut.


Gambar 2.7 Contoh Bagan Alir Berobat di Puskesmas

Contoh Algoritma Sistem Lampu Lalu Lintas 3 Arah
Perlintasan jalan yang banyak dilalui orang biasanya dipasang lampu lalu lintas. Lampu ini akan menggendalikan arus lalu lintas, misalnya dengan mengatur pejalan kaki dan kendaraan yang akan lewat secara bergantian, tanpa mengganggu arus yang ada. Pengaturannya dilakukan dengan menggunakan warna lampu yang diakui secara universal, yaitu:
1.    Warna Merah, menandakan bahaya, dan digunakan sebagai tanda berhenti
2.    Warna Kuning, digunakan sebagai tanda hati-hati.
3.    Warna Hijau, digunakan sebagai tanda dapat berjalan.
Berdasarkan arah lintasannya, terdapat beberapa arah yang dapat diatur pada lampu lalu lintas, sebagai contoh untuk 3 (tiga) arah, 4 (empat) arah, dsb.

Berdasarkan pola dan urutannya, terdapat dua jenis yang sering kita jumpai di Indonesia,  yaitu  boleh  atau  tidaknya  bergerak  ke  kiri  ketika  sedang  berhenti.
Perhatikan gambar berikut.


Gambar 2.8 Contoh Pola Arus Lalu Lintas

Pada contoh ini, akan dibuatkan algoritma lampu lalu lintas untuk 3 arah, yang tidak diperbolehkan bergerak ke kiri ketika sedang berhenti. Selanjutnya, ditetapkan kondisi kendaraan berjalan yang menggunakan pengaturan secara berurutan dari Lampu 1 (L1), Lampu 2 (L2), kemudian Lampu 3 (L3).


Gambar 2.9 Contoh Rambu Lalu Lintas 1

Algoritma untuk gambar di atas adalah sebagai berikut.
1.    Inisialisasi variabel dan fungsi lampu lalu lintas.
2.    Tentukan waktu tampil setiap lampu, misalnya warna Hijau (H) tampil dengan timer (t) selama 3 detik, warna Kuning (K) tampil selama 2 detik, dan warna Merah (M) tampil selama 10 detik.
3.    Aktifkan warna Hijau pada L1, timer Hijau L1 (tHL1) akan menghitung mundur dan kendaraan dapat berjalan. L2 dan L3 ditetapkan warna Merah agar kendaraan berhenti.
4.    Pada saat tHL1 = 0, warna Kuning pada L1 akan aktif, timer Kuning L1 (tKL1) akan menghitung mundur dan kendaraan harus berhati-hati sebelum diberhentikan. L2 dan L3 masih Merah.
5.    Pada saat tKL1 = 0, sistem akan memberhentikan L1 dengan cara mengaktifkan warna Merah dan menyalakan timer Merah L1 (tML1). Selanjutnya, L2 dapat berjalan karena lampu Hijau diaktifkan, tHL2 menghitung mundur. L3 dalam kondisi masih Merah.
6.    Timer akan terus menghitung waktu mundur dari L1, L2, L3, kembali ke L1, dst.
7.    Sistem akan mengktifkan warna Kuning pada L2, L1 dan L3 pada posisi warna Merah.
8.    Sistem mengaktifkan warna Hijau pada L3, L1 dan L3 berubah ke warna Merah.
9.    Untuk mempermudah memahami algoritma di atas, dapat membuatnya dalam bentuk diagram waktu pada lampu rambu lalu lintas. Diagram waktu akan menggambarkan kondisi setiap lampu ketika menyala secara bergantian.


Gambar 2.10 Skema Diagram Waktu Lampu Rambu Lalu Lintas 1

Berikut adalah bagan alir representasi dari algoritma lampu lalu lintas 3 arah.


Gambar 2.11 Contoh Bagan Alir Lampu Rambu Lalu Lintas

Bagaimanakah jika lampu lalu lintas dengan empat (4) arah berikut? Tentukanlah
1.    Algoritma,
2.    diagram waktu,
3.    bagan alir.


Gambar 2.12 Contoh Rambu Lalu Lintas 2

Selain dalam bentuk flowchart, pemvisualan algoritma dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya membuat suatu program komputer berupa permainan animasi 2 Dimensi dan 3 Dimensi. Jika ingin memvisualkan algoritma menggunakan perangkat lunak animasi 3 Dimensi, silakan menggunakan software Alice atau sejenis.

Share :

Logika dan Algortima

LOGIKA

Manusia adalah mahluk paling mulia sebab dianugerahi berbagai kelebihan yang tidak diberikan kepada semua mahluk selain manusia. Salah satu kelebihan tersebut karena manusia diberikan akal pikiran sehingga dapat memilih hal yang benar dan bermanfaat, serta meninggalkan yang tidak bermanfaat (mudarat).

Manusia merupakan makhluk yang mampu berpikir dan bernalar dengan baik. Sebagai makhluk yang berpikir, manusia memiliki dua ciri yang melekat, yaitu rasionalitas dan moralitas. Rasionalitas akan menuntun manusia untuk bertindak menurut pikiran dengan pertimbangan yang logis. Moralitas akan mendorong manusia untuk berlaku sopan santun, sesuai dengan etiket atau norma yang berlaku. Namun, ketika manusia berpikir, kadang kala dipengaruhi berbagai kecenderungan, emosi, subjektivitas, dan berbagai hal lain yang menjadikan kita tidak dapat berpikir jernih dan logis sehingga menghasilkan kesalahan berpikir dan pada akhirnya akan mengakibatkan kesimpulan yang salah (sesat).

Dalam setiap keadaan, seorang manusia membutuhkan pola pikir logis. Berpikir logis merupakan berpikir dengan cara yang benar/masuk akal dan sesuai dengan hukum logika.



 Sumber: Dokumen Kemendikbud
Gambar 2.1 Berpikir Logis

Logika berasal dari kata λόγος (logos) yang bermakna hasil nalar yang diutarakan dalam kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika merupakan salah satu cabang ilmu filsafat. Cabang filsafat yang lain adalah epistemologi, etika, dan estetika.

Dalam pembahasan ini, logika tidak dijelaskan secara rinci, hanya digunakan untuk mempelajari bernalar sebagai kecakapan hidup, berpikir secara lurus, tepat, runtut, dan teratur, yang merupakan penerapan logika dalam kehidupan keseharian. Logika merupakan materi yang dipelajari sampai kapan pun bahkan ketika manusia menciptakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Seseorang dapat mengungkapkan kebenaran berdasarkan penalaran logis. Dengan disertai bukti-bukti yang ada, seseorang dapat menilai kebenaran pernyataan untuk akhirnya sampai pada pengambilan keputusan.

Logika disebut juga sebagai alat untuk menjaga dari kesesatan bernalar. Seseorang membutuhkan kemahiran bernalar logis agar dapat menghasilkan kesimpulan yang benar.

Beberapa manfaat yang akan didapatkan setelah mempelajari logika antara lain sebagai berikut.
1.      Menjaga supaya kita selalu berpikir benar menggunakan asas-asas sistematis.
2.      Membuat daya pikir menjadi lebih tajam dan menjadikannya lebih berkembang.
3.      Membuat setiap orang berpikir cermat, objektif, dan efektif dalam berkomunikasi.
4.      Meningkatkan cinta kebenaran dan menghindari kesesatan bernalar.

Bagaimana dengan perbandingan otak kanan yang dominan lebih berwarna dan manusiawi, jika hanya lebih mengutamakan logika tanpa rasa? Layakkah siswa diajarkan seperti robot dengan program dan perintah tanpa rasa? Dalam memberikan penjelasan, akankah lebih baik moderat dan digambarkan dengan baik? Cara kerja otak lebih nyata jika divisualisasikan.

Salah satu fungsi logika adalah sebagai alat untuk menarik kesimpulan. Kita dapat menggunakan alat ini setelah melakukan penalaran berdasarkan pernyataan-pernyataan benar (premis) yang ada. Penalaran untuk penarikan kesimpulan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pola nalar deduktif dan induktif.

Deduktif
Penarikan kesimpulan yang bergerak dari pernyataan benar yang umum ke khusus.
Contoh:
Umum                         : Semua siswa SMK harus disiplin dan bertanggung jawab.
Khusus                        : Sandi adalah siswa SMK.
Kesimpulan     : Sandi harus disiplin dan bertanggung jawab.

Induktif
Penarikan kesimpulan yang bergerak dari pernyataan benar yang khusus ke umum.
Contoh:
Khusus                        : Devi rajin belajar. Dia  mendapat hasil yang memuaskan.
Khusus                        : Yuda rajin belajar. Dia  mendapat hasil yang memuaskan.
Khusus            : Tika rajin belajar. Dia mendapat hasil yang memuaskan.
Kesimpulan     : Siswa yang rajin belajar akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

ALGORITMA

Setelah mempelajari logika yang terkait tentang “bagaimana manusia berpikir dengan benar”, selanjutnya akan membahas tentang “bagaimana cara penyelesaian yang baik”. Untuk mendapatkan cara penyelesaian yang baik, dibutuhkan strategi atau langkah-langkah yang sistematis agar dapat memecahkan masalah dengan cara terbaik.

Contoh:
Dina adalah seorang siswa SMK kelas X. Setiap hari, dia pergi ke sekolah setelah melakukan sarapan. Pada suatu hari, ketika Dina akan sarapan, yang tersedia hanya nasi tanpa sayur dan lauk. Kemudian, terpikir oleh Dina untuk membuat tumis tauge tempe dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1.      Siapkan tauge, tempe, cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, dan bahan lain yang diperlukan.
2.      Iris bawang merah, bawang putih, cabai, dan lengkuas.
3.      Panaskan minyak dan masukkan semua irisan bahan.
4.      Goreng tempe sebentar.
5.      Tambahkan tauge, kecap manis, garam, dan sedikit air.
6.      Aduk hingga semua bumbu meresap.
7.      Cicipi rasanya. Jika terdapat rasa yang kurang, tambahkan bumbu lain secukupnya.
8.      Tauge tumis siap dihidangkan.

Contoh di atas merupakan penyelesaian masalah dengan mengggunakan langkah-langkah penyelesaian masalah yang dinamakan algoritma. Algoritma adalah serangkaian langkah yang disusun menjadi urutan logis kegiatan untuk mencapai tujuan.

Setiap hari, ketika seseorang melakukan aktivitas, dia akan memilih mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu, misalnya ketika bangun tidur, sarapan, bahkan ketika memakai pakaian di pagi hari. Algoritma yang baik merupakan tindakan yang benar dan masuk akal.
Terdapat berbagai bentuk cara untuk mengomunikasikan algoritma, antara lain menggunakan bagan alir, pseudo code, dan bahasa pemrograman. Bentuk algoritma yang mudah dibaca adalah menggunakan bagan alir.
Share :
loading...

Advertising

Advertising

loading...
 
close