Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya dengan memberi comment pada postingan saya.

Apa Sih Bimbingan Dan Konseling Itu ??

 

1. Definisi Bimbingan

Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.
Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.

2. Definisi Konseling

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).
Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.PENGERTIAN BIMBINGAN KONSELING
Dari semua pendapat di atas dapat dirumuskan dengan singkat bahwa Bimbingan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.
Share :

Pengertian || Fungsi || Jenis Bimbingan dan Konseling

Bimbingan Konseling, Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)


Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga men-capai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”

Bimbingan dan Konseling, “Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.

Fungsi layanan Bimbingan dan Konseling
fungsi pemahaman
Memahami Karakteristik/Potensi/Tugas-tugas perkembangan Peserta didik dan membantu mereka untuk memahaminya secara objektif/realistik

fungsi preventif
Memberikan Layanan orien-tasi dan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan yg patut dipahami peserta didik agar mereka tercegah dari masalah

fungsi pengembangan
Memberikan Layanan Bimbingan untuk Membantu Peserta didik Mampu Mengembangkan potensi dirinya/Tugas-tugas perkembagannya
fungsi kuratif
Membantu para Peserta didik agar mereka dapat memecahkan masalah yang dihadapinya (pribadi,sosial, belajar,atau karir)

Jenis – jenis Bimbingan dan Konseling

Bimbingan akademik

Bertujuan:

  1. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.
  2. Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
  3. Memiliki keterampilan belajar yang efektif.
  4. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan belajar/pendidikan.
  5. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
  6. Memiliki keterampilan membaca buku.

Bimbingan pribadi/social

Bertujuan:

  1. Mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.
  2. Memiliki pemahaman ttg irama kehidupan yg bersifat fluktuatif (antara anugrah dan musibah) dan mampu meresponnya dg positif.
  3. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif
  4. Memiliki sikap respek thd diri sendiri
  5. Dapat mengelola stress
  6. Mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang diharamkan agama
  7. Memahami perasaan diri dan mampu mengekspresikannya secara wajar
  8. Memiliki kemampuan memecahkan masalh
  9. Memiliki rasa percaya diri
  10. Memiliki mental yang sehat

Bimbingan karier

Bertujuan:

  1. Memiliki pemahaman tentang sekolah-sekolah lanjutan.
  2. Memiliki pemahaman bahwa studi merupakan investasi untuk meraih masa depan.
  3. Memiliki pemahaman tentang kaitan belajar dengan bekerja.
  4. Memiliki pemahaman tentang minat dan kemampuan diri yang terkait dengan pekerjaan.
  5. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir.
  6. Memiliki sikap positif terhadap pekerjaan.
  7. Memiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan.
  8. Memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan yang terkait dg pekerjaan.
Bimbingan keluarga

Bertujuan:

  1. Memiliki sikap pemimpin dalam keluarga
  2. Mampu memberdayakan diri secara produktif
  3. Mampu menyesuaikan diri dengan norma yang ada dalam keluarga
  4. Mampu berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia.

Tujuan diberikannya layanan Bimbingan dan Konseling

  1. Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
  2. Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek nilai dan berani menghadapi resiko.
  3. Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.
  4. Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.
  5. Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalamberinteraksi dengan orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial
  7. Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
  8. Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif.
  9. Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir.
  10. Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.
Share :

Peranan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah

 

Setelah peranan keluarga yang berpengaruh dalam kehidupan seorang anak, maka peranan lingkungan sekolahlah yang memiliki kedudukan ke dua dalam proses tumbuh kembangnya dalam kehidupan sehari-hari, karena bisa dikatakan selama 24 jam, sekitar beberapa persen waktu si anak habiskan disekolah.
Peran pendidikan ini bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani , kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab yang tinggi dalam bermasyarakat. Untuk mencapai semua itu, murid atau peserta didik harus dapat berkembang secara optimal dengan kemampuan yang sesuai, disinilah peran pendidikan bukan hanya bertugas membantu mengembangkan kemampuan intelek saja, tetapi juga kemampuan mengatasi masalah didalam dirinya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Sekolah tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan dalam kegiatan belajar mengajar, akan tetapi sekolah juga berfungsi dalam mengembangkan karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, guru harus lebih mengetahui dari sekadar masalah bagaimana mengajar yang efektif. Tetapi Ia juga harus dapat membantu murid dalam mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan lingkungannya, sepanjang itu memungkinkan secara profesional. Dalam usaha membantu siswa itu, guru perlu mengetahui landasan, konsep, prosedur, dan praktek bimbingan konseling.
Bimbingan konseling merupakan dua istilah yang sering dirangkaikan bagaikan kata majemuk. Hal ini mengisyaratkan bahwa kegiatan bimbingan kadang-kadang dilanjutkan dengan kegiatan konseling. Beberapa ahli menyatakan bahwa konseling merupakan inti atau jantung hati dari kegiatan bimbingan. Banyak ahli berusaha merumuskan pengertian bimbingan dan konseling. Dalam merumuskan kedua istilah tersebut mereka memberikan tekanan pada aspek tertentu dari kegiatan tersebut. Untuk lebih jelaskan ada beberapa rumusan tentang istilah bimbingan.
Menurut Jones (1963), guidance is the help given by one person to another in making choice and adjustment and in solving problem. Ini senada dengan pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh Rochman Natawidjaja (1978). Selanjutnya Bimo Walgito (1982: 11) menyarikan beberapa rumusan bimbingan yang dikemukakan para ahli, sehingga mendapatkan rumusan bimbingan yaitu bimbingan adalah bantuan yang pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya. Dari beberapa pengertian dari para ahli diatas, saya berpendapat bahwasanya bimbingan merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk membantu seseorang atau suatu kelompok dalam mengatasi kesulitan-kesulitan didalam kehidupannya. Sedangkan beberapa ahli memberikan makna tentang konseling dimulai menurut James P.Adam yang dikutip oleh Depdikbud (1979: 19a): Konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu di mana yang seorang (konselor) membantu yang lain (konseli) supaya dia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubungannya dengan masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang. Menurut Bimo Walgito (1982:11) menyatakan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.
Kegiatan bimbingan dan konseling ini berbeda dengan kegiatan mengajar, karena itu sangatlah perlu adanya bimbingan dan konseling ini untuk tiap-tiap sekolah. Perbedaannya yaitu kegiatan mengajar sudah dirumuskan terlebih dahulu dan target pencapaiannya sama untuk seluruh siswa, akan tetapi kegiatan bimbingan dan konseling target dan pencapaiannya lebih bersifat individual atau kelompok, pembicaraan dalam kegiatan mengajar lebih banyak diarahkan pada pemberian informasi, atau pembuktian dalam satu masalah, sedangkan dalam konseling lebih ditujukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien, kemudian dalam kegiatan mengajar, para siswa belum tentu mempunyai masalah yang berkaitan dengan materi yang diajarkan, sedangkan dalam bimbingan dan konseling pada umumnya klien telah/sedang menghadapi masalah. Juga dalam melaksanakan bimbingan konseling, bagi konselor dituntut suatu keterampilan khusus dan berbeda dengan tuntutan bagi seorang guru /pengajar. Beberapa ahli juga menyatakan bahwa bimbingan dan konseling semakin hari semakin dirasakan perlu keberadaanya disetiap sekolah. Hal ini didukung oleh beberapa factor, seperti yang dikemukakan oleh Koestoer Parwisastro (1982) sebagai berikut :
Sekolah merupakan lingkungan hidup kedua sesudah rumah, dimana anak dalam waktu sekian jam (kurang lebih 6 jam) hidupnya berada disekolah.
Para siswa yang usianya relative masih muda sangat membutuhkan bimbingan baik dalam memahami keadaan dirinya, mengarahkan dirinya, maupun dalam mengatasi berbagai ,macam kesulitan.
Selain itu kehadiran konselor disekolah juga dapat meringankan tugas guru seperti mengatasi masalah-masalah yang ditemui guru dalam melaksanakan tugasnya, mengembangkan dan memperluas pandangan guru tentang masalah afektif yang mempunyai kaitan erat dengan profesinya sebagai guru dll. Oleh karena itu konselor dan guru/ pengajar merupakan suatu tim yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan. Karena keduanya dapat saling menunjang terciptanya proses pembelajaran yang efektif. Itu sebabnya kegiatan bimbingan dan konseling sangat perlu dilakukan karena keduanya tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan sekolah
Share :

Definisi, Karakteristik, dan Jenis Format Video


Melakukan presentasi untuk berbagai tujuan memang membutuhkan kreativitas supaya presentasi yang kita lakukan tidak membosankan dan menarik untuk orang lain. Salah satu cara untuk membuat sebuah presentasi menjadi menarik adalah dengan menyajikan presentasi dalam bentuk video. Presentasi video selain menarik juga dapat membantu orang-orang memahami presentasi yang kita sajikan. 

Apa sebenarnya presentasi video itu? Apa saja fungsi dan ciri-cirinya? Dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai presentasi video, fungsi dari presentasi video, serta ciri khas yang ada dalam sebuah presentasi video. 

Presentasi video adalah presentasi yang menggunakan video sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan. Presentasi video biasanya digunakan untuk memperkenalkan produk atau cara kerja suatu hal/benda melalui gambar dan suara yang direkam.  

Presentasi video umumnya memiliki dua jenis, yakni presentasi video pembelajaran dan presentasi video penjualan (marketing). Meskipun terbagi menjadi dua jenis yang berbeda, namun presentasi video umumnya memiliki fungsi yang sama. Presentasi video berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide dan pendapat. Pada presentasi video pembelajaran, presentasi video berfungsi untuk mengomunikasikan ilmu supaya lebih mudah dipahami. Sementara itu, presentasi video pada presentasi video penjualan berfungsi untuk mengkomunikasikan ide atau justru untuk mempromosikan berbagai hal mengenai sebuah produk. Karena fungsi itulah, presentasi video pada marketing haruslah mengemukakan keunggulan dari ide atau produk yang akan disampaikan ke orang lain.

Ide yang dikemukakan menggunakan presentasi video harus menggunakan ide yang asli, benar, dan bermanfaat. Ide asli dalam presentasi video berarti konsep yang digunakan harus berasal dari pemikiran diri sendiri dan bukan merupakan tiruan dari ide orang lain. Selain itu, ide dan gagasan dalam presentasi video tidak boleh menyalahi kaidah keilmuan, artinya konsep yang digunakan dalam presentasi video tidak boleh bertentangan dengan norma dan aturan yang ada.

Apa yang harus kita persiapkan ketika akan memulai untuk membuat / memproduksi sebuah presentasi video? Tentu saja sebelum kita membuat sebuah presentasi video langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membuat sebuah perencanaan terlebih dahulu, kemudian memproduksi / membuat video dan diakhiri dengan analisis terhadap video yang kita buat.

Untuk tahap perencanaan sudah dibahas pada pertemuan terdahulu, yang didalamnya termasuk ke dalam tahapan pra produksi. Di tahapan tersebut perencanaan sudah disusun sedemikian rupa mulai pencarian ide, penetapan tujuan, menemukan inti masalah, menyusun sinopsis, membuat treatmen, menyusun naskah sampai dengan tahapan membuat storyboard.

Definisi Video

Video pembelajaran adalah media untuk mentransfer pengetahuan dan dapat digunakan sebagai bagian dari proses belajar. Lebih interaktif dan lebih spesifikasi dari sebuah buku atau kuliah, tutorial berusaha untuk mengajar dengan contoh dan memberikan informasi untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sejarah media video diawali pada era film bisu (1903 sampai 1917), film cerita sejarah sangat berkembang. Film hitam putih yang dan masih bisu, tetapi ini tidak membatasi mereka berkreasi dan menghentikan untuk menceritakan sejarah. Justru membuat penonton mempergunakan imajinasi mereka. Musik di film dahulu ditampilkan oleh organist, yang bermain musik untuk mengarang lagu yang sesuai dengan komposisinya. Film-film sering meminjam atau alur cerita diadaptasikan dari novel.

Menurut Sukiman menyatakan media video pembelajaran adalah seperangkat komponen atau media yang mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu bersamaan. Sedangkan menurut Cecep Kustandi mengungkapkan bahwa video adalah alat yang dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperlambat waktu dan mempengaruhi sikap.

Arief S. Sadiman menyatakanupun instruksiona video adalah media audio visual yang menampilkan gambar dan suara. Pesan yang disajikan bisa berupa fakta (kejadian, peristiwa penting, berita) maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif mal. Daryanto mengungkapkan media video adalah segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensal.

Wikipedia.com menyebutkan bahwa Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Aplikasi umum dari sinyal video adalah televisi, tetapi dia dapat juga digunakan dalam aplikasi lain di dalam bidang teknik, saintifik, produksi dan keamanan.

Kata video berasal dari kata Latin, "Saya lihat".

Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga perekam video serta pemutar video.

Video merupakan teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar yang bergerak. Aplikasi umum dari sinyal video yaitu seperti televisi, namun juga ia bisa juga digunakan dalam aplikasi lain di dalam bidang teknik, saintifik, produksi dan juga keamanan. Berdasarkan bahasa, kata video ini berasal dari kata Latin, “Saya lihat”.

Selain itu, video merupakan teknologi yang gunanya menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan serts menata ulang gambar bergerak. Yang mana biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Digital video sendiri merupakan jenis sistem video recording yang bekerja menggunakan sistem digital dibandingkan dengan analog dalam hal representasi videonya. Dan biasanya digital video direkam dalam tape, lalu didistribusikan melalui optical disc, misalnya seperti VCD dan DVD.

Karakteristik Video

Menurut Cheppy Riyana, untuk menghasilkan video pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan efektivitas penggunanya maka pengembangan video pembelajaran harus memperhatikan karakteristik dan kriterianya. Karakteristik video pembelajaran yaitu. 

  • Clarity of Massage (kejalasan pesan) Dengan media video siswa dapat memahami pesan pembelajaran secara lebih bermakna dan informasi dapat diterima secara utuh sehingga dengan sendirinya informasi akan tersimpan dalam memory jangka panjang dan bersifat retensi. 
  • Stand Alone (berdiri sendiri) Video yang dikembangkan tidak bergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar lain.
  • User Friendly (bersahabat/akrab dengan pemakainya) Media video menggunakan bahasa yang sedehana, mudah dimengerti, dan menggunakan bahasa yang umum. Paparan informasi yang tampil. bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon, mengakses sesuai dengan keinginan.
  • Representasi Isi Materi. harus benar-benar representatif, misalnya materi simulasi atau demonstrasi. Pada dasarnya materi pelajaran baik sosial maupun sain dapat dibuat menjadi media video. 
  • Visualisasi dengan media. Materi dikemas secara multimedia terdapat didalamnya teks, animasi, sound, dan video sesuai tuntutan materi. Materi-materi yang digunakan bersifat aplikatif, berproses, sulit terjangkau berbahaya apabila langsung dipraktikkan, memiliki tingkat keakurasian tinggi.
  • Menggunakan kualitas resolusi yang tinggi. Tampilan berupa grafis media video dibuat dengan teknologi rakayasa digital dengan resolusi tinggi tetapisupport untuk setiap spech system komputer.
  • Dapat digunakan secara klasikal atau individual. Video pembelajaran dapat digunakan oleh para siswa secara individual, tidak hanya dalam setting sekolah, tetapi juga dirumah. Dapat pula digunakan secara klasikal dengan jumlah siswa maksimal 50 orang bisa dapat dipandu oleh guru atau cukup mendengarkan uraian narasi dari narator yang telah tersedia dalam program

Jenis Format Video

Pada dasarnya terdapat dua jenis video dalam layer computer yaitu :

1.1.   Video Analog merupakan produk dari industri pertelevisian dan oleh sebab itu dijadikan sebagai standar televisi.

1.2.   Video Digital adalah produk dari industri computer dan oleh sebab itu dijadikan standar data digital.

 

VIDEO ANALOG

Meskipun banyak video yang diproduksi hanya untuk platform display digital(untuk Web, CD-ROM, atau sebagai presentasi HDTV DVD), video analaog (kebanyakan masih digunakan untuk penyiaran televisi) masih merupakan platform yang paling banyak diinstal untuk mengirim dan melihat video.

Standar Penyiaran Video Analog : Tiga standar penyiaran video analog yang paling banyak digunakan di dunia adalah NTSC, PAL, dan SECAM.

1.2.1.      NTSC

Amerika serikat, Kanada, Meksiko, Jepang, dan banyak Negara lain menggunakan system penyiaran dan pemutaran video berdasarkan spesifikasi yang dibuat pada tahun 1952, National Television Standar Comitee. Standar ini
mendefinisikan sebuah metode untuk mengenkode informasi kedalam sinyal video terbuat dari 525 garis Horizontal yang di-scan dan digambar ke dalam wajah dalam tabung gambar berfosfor setiap 1/30 detik dengan electron yang bergerak cepat

1.2.2.      PAL

Sistem Phase Alternate Line (PAL) digunakan di Inggris, Eropa Barat, Australia, Afrika Selatan, Cina, dan Amerika Selatan. PAL meningkatkan resolusi layer menjadi 625 garis Horizontal, namun memperlamabta kecepatan scan menjadi 25 frame per detik. Sama seperti saat penggunaan NTSC, garis genap dan ganjil digabungkan , setiap field memerlukan 1/50 detik untuk menggambar (50Hz).

1.2.3.      SECAM

Sistem Sequantial Color and Memory (digunakan di Perancis. Eropa timur, USSR (sekarang Rusia), dan beberapa Negara lai. Meskipun SECAM merupakan system dengan 625 garis, 50 Hz, namun berbeda jauh dari system warna NTSC dan PAL dalam hal dasar teknologi dan metode penyiaran. Terkadang TV yang dijual di Eropa memanfaatkan dual komponen dan dapat menggunakan system PAL dan SECAM.

1.2.4.      ATSC

High Definition Television (HDTV). Hal penting untuk produser multimedia , standar tersebut mengizinkan adanya transmisi data ke komputer dan untuk layanan ATV interaktif yang baru . High Definition Television (HDTV) menyediakan resolusi tinggi dengan aspek rasio 16:9. Industri penyiaran telah mengumumkan secara resmi format interlaced 1920 x 1080 resolusi ultra-high sebagai batu penjuru generasi baru dari pusat hiburanterkemuka, namun industri komputer lebih senang memakai sistem scan progresif 1280 x 720 untuk HDTV. Orang-orang yang berkecimpung dibidang computer berpendapat nahwa kualitas gambar dalam 1280×720 lebih superior dan stabil. Kedua format telah dimasukkan dalam standar HDTV .

 

VIDEO DIGITAL

Integrasi Penuh dari video digital dalam kamera dan komputer mengurangi nemtuk televisi analog dari video dari produksi multimedia dan platform pengiriman, jika kamera video anda menggerakkan sinyal output digital, Anda dapat merekam video
Anda langsung ke disk, yang siap untuk diedit. Jika sebuah video klip disimpan sebagai data pada hard disk, CD-ROM atau perangkat penyimpanan massal lain, Dunia video kini telah mengalami perubahan dari analog ke digital. Pada konsumen rumahan dan perkantoran kita dapat menikmati kualitas video digital yang prima lewat hadirnya teknologi VCD dan DVD (Digital Versatile Disc), sedangkan dunia broadcasting kini juga lambat laun mengalihkan teknologinya kearah DTV (Digital Television).

 

MACAM – MACAM VIDIO

1.      Video IP Adalah video yang dilewatkan melalui IP. Terdapat tiga kategori video pada saat mereka dipancarkan pada publik baik melewati satelit, melalui kabel, dan melalui IP atau format radio analog.

2.      Video RAM Disingkat dengan VRAM. Tipe spesial dari DRAM yang memungkinkan akses direct high speed memory melalui sirkuit video. Jenis memori ini lebih mahal bila dibandingkan chips DRAM yang konvensional.

3.    Videotex Istilah yang dibuat ITU untuk menjelaskan peralatan TV yang digunakan untuk menampilkan data berbasis komputer, baik dikirimkan lewat telepon atau lewat kanal pemancar.

4.    Video Out Fitur pada perangkat keras yang bisa menghubungkan kamera ke video in port pada televisi atau monitor dan menampilkan citra digital di layar video.

5.         Videotext Suatu kemampuan untuk mengirimkan mentransmisikan secara dua arah dari suatu gambar dan suara.
Share :

Membuat Tombol PRINT di Ms Excel

Membuat tombol Cetak atau tombol Print di lembar kerja Excel sebenarnya sangat mudah karena hanya memerlukan beberapa baris kode saja.

Langkah-langkah untuk membuat tombol print adalah sebagai berikut:

1.   Tambahkan Shape atau gambar juga boleh ke lembar kerja Excel.


2.   Tekan Tombol Alt+F11 untuk menampilkan jendela Microsoft Visual Basic atau bisa juga dengan cara klik Tab Developer dan klik tombol Visual Basic.

3.   Buat Module dengan cara klik kanan pada VBAProject atau pada ThisWorkbook --> Insert --> Module.



4.   Akan tampil jendela Module(code), kemudian masukkan kode berikut:

5.  Sub Cetak()

6.  ActiveSheet.PrintOut

7.  End Sub

8.   Selanjutnya kembali ke Lembar kerja Excel, klik kanan pada Tombol Cetak yang tadi dibuat dan pilih Assign Macro...

9.   Pada jendela Assign Macro pilih Cetak dan kemudian klik OK.



10.                   Selesai. Tinggal di coba apakah tombol print sudah berfungsi dengan benar ataukah masih ada debug atau error.

 

Perintah ActiveSheet.PrintOut berfungsi untuk mencetak Sheet yang aktif. Selain memakai script atau code ActiveSheet.PrintOut bisa juga memakai code lain, seperti pada tabel berikut ini:

 

Code VBA

Fungsi

ActiveWorkbook.PrintOut   

Mencetak workbook yang aktif

Worksheets.PrintOut

Mencetak semua Worksheet

Sheets.PrintOut

Mencetak semua Sheet

Sheets("Sheet1").PrintOut

Mencetak Sheet 1 saja

Sheet1.PrintOut

Mencetak Sheet 1 saja

Sheets(Array("Sheet1","Sheet3")).PrintOut  

Mencetak Sheet1 dan Sheet3 (Sheet yg ada dalam Array)

Selection.PrintOut

Mencetak Range yang di Select atau di blok

Range ("A1:F10").PrintOut

Mencetak data di range A1:F10

Dalam perintah PrintOut juga terdapat beberapa parameter opsi yang bisa dipakai, selengkapnya bisa di lihat di tabel berikut ini:

Pilihan

Fungsi

From

Halaman pertama yang di cetak. Jika argumen ini di abaikan maka pencetakan otomatis dimulai dari halaman 1

To

Halaman terakhir yang di cetak. Jika argumen ini di abaikan maka pencetakan sampai halaman terakhir  

Copies

Jumlah Salinan yang di cetak. Jika di abaikan maka hanya satu kali cetak

Preview

Menampilkan Print Preview sebelum mencetak (True atau False)

ActivePrinter

Mengatur nama printer aktif

PrintToFile 

Pilih True untuk mencetak ke File

Collate

Pilih True untuk menyusun beberapa Salinan

PrToFileName

Menentukan nama file yang ingin di cetak, jika opsi PrintToFile bernilai True

IgnorePrintAreas

Mengabaikan Print Area (True atau False)

Contoh penggunaan PrintOut dengan parameter adalah:

ActiveSheet.PrintOut From:=1, To:=3, Copies:=3


Maksud dari code tersebut adalah mencetak aktif Sheet dari halaman 1 sampai 3 dengan jumlah salinan sebanyak 3 lembar.

 


Share :
loading...

Advertising

Advertising

loading...
 
close